Kaur Selatanupdate.com — Di tengah kondisi layanan kesehatan yang masih perlu perbaikan di banyak titik, Dinas Kesehatan Kabupaten Kaur justru mencatat sederet belanja perjalanan dinas dengan nilai yang mencolok. Dari data Sistem Informasi RUP 2025, terdapat anggaran fantastis: perjalanan dinas luar kota Rp131,7 juta, perjalanan dinas luar kota lainnya Rp106 juta, perjalanan dalam kota Rp61,3 juta, belanja sewa bangunan Rp54,6 juta, hingga jasa pihak ketiga mencapai Rp131 juta.
Totalnya, hanya dari beberapa item tersebut saja, anggaran sudah menyentuh lebih dari setengah miliar rupiah.
Namun ketika dimintai klarifikasi, Kepala Dinas memberikan jawaban singkat yang terkesan menghindar.
“Silakan datang ke kantor, temui Kabid atau Kasubag Keuangan. Saya di DPR ikut undangan paripurna,” ujarnya.
Jawaban itu justru memunculkan tanda tanya besar: mengapa pimpinan dinas enggan memberi penjelasan langsung tentang anggaran sebesar itu?
Masyarakat mempertanyakan bagaimana mungkin anggaran perjalanan dinas dan jasa pihak ketiga begitu besar, sementara beberapa puskesmas masih kekurangan alat kesehatan, tenaga medis terbatas, bahkan sarana dasar seperti ruang perawatan belum maksimal.
Di saat pelayanan kesehatan perlu diperkuat, anggaran justru tersedot untuk perjalanan dan kegiatan non-prioritas. Kritik publik pun menguat: di mana letak keberpihakan terhadap layanan kesehatan masyarakat?
Tanpa transparansi, pengawasan, dan penjelasan menyeluruh dari dinas terkait, anggaran ini tak lebih dari potensi pemborosan yang menyakiti rakyat sendiri.(HZ)



