Kaur Selatanupdate.com – Semangat kebersamaan dan gotong royong kembali terlihat di Desa Jembatan Dua, Kecamatan Kaur Selatan. Mahasiswa KKN Universitas Bengkulu (UNIB) Kelompok 208 bersama Pemerintah Desa Jembatan Dua, Koramil 408-04 Kaur Selatan, dan masyarakat setempat bahu-membahu melaksanakan kegiatan gotong royong guna menciptakan lingkungan yang bersih dan sehat.
Kegiatan ini menjadi salah satu bentuk nyata sinergi antara unsur TNI, pemerintah desa, mahasiswa, dan masyarakat dalam membangun kesadaran kolektif akan pentingnya menjaga kebersihan lingkungan sebagai pondasi hidup sehat.
Kepala Desa Jembatan Dua, Asep Rianto, menyampaikan apresiasinya terhadap program kerja yang dijalankan mahasiswa KKN UNIB Kelompok 208. Menurutnya, kegiatan tersebut bukan hanya berdampak pada kebersihan lingkungan, tetapi juga menjadi wadah pembelajaran langsung bagi mahasiswa dalam mengaplikasikan ilmu yang diperoleh di bangku perkuliahan.
“Kami dari Pemerintah Desa Jembatan Dua sangat mendukung kegiatan adik-adik KKN UNIB ini, apalagi yang berkaitan dengan lingkungan. Mereka bisa mengaplikasikan ilmu yang didapat di bangku kuliah, sementara kami sebagai orang tua di desa juga dapat berbagi pengalaman. Ini tentu akan sangat berguna bagi mereka saat nanti benar-benar terjun ke tengah masyarakat,” ujar Asep.
Sementara itu, Danramil 408-04 Kaur Selatan, Mayor Inf Hendri Marpaung, menegaskan bahwa kehadiran TNI di tengah masyarakat merupakan bentuk pengabdian nyata kepada bangsa dan negara. Ia juga menilai keterlibatan mahasiswa KKN dalam kegiatan kebersihan lingkungan menjadi langkah strategis untuk menanamkan kesadaran sosial sejak dini.
“TNI selalu hadir untuk menjadi contoh bagi masyarakat. Adik-adik KKN ini baru mulai mengenal kehidupan bermasyarakat, sehingga pengalaman seperti ini sangat penting untuk menambah wawasan dan ilmu yang nantinya akan mereka bawa kembali ke dunia akademik. Program kebersihan lingkungan ini sangat bermanfaat untuk menumbuhkan kesadaran bersama akan pentingnya hidup bersih dan sehat,” ungkap Mayor Inf Hendri Marpaung.
Melalui budaya gotong royong yang terus dipupuk, hubungan antara aparatur negara dan masyarakat diharapkan semakin erat, sekaligus memperkuat semangat kolaborasi dalam membangun desa yang lebih maju, sehat, dan berdaya saing.(HZ)





