Bengkulu – Pengurus Pimpinan Wilayah (PW) Muslimat Al Washliyah Provinsi Bengkulu menghadiri Muktamar XXIII Al Jam’iyatul Washliyah. Acara ini diselenggarakan di Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta Timur. Kegiatan berlangsung mulai  dari Selasa  7 juli  – Jum’at 10 Juli 2026.

Pertemuan tertinggi ini dihadiri langsung Ketua MPR RI, H. Ahmad Muzani, Materi dari sejumlah menteri Kabinet Merah Putih, seperti Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Prof. Dr. Abdul Mu’ti), Menteri Agama (Prof. Dr. KH. Nasaruddin Umar), dan Menteri ATR/BPN (Nusron Wahid), Ketua MUI KH Abdul Manan Ghani, Ketua Harian PSI Ahmad Ali,  Ketua BAZNAS RI Sodik Mujahid, Wamendes, Ahmad Riza Patria,  Ambassador of Palestine to Indonesia H.E. Mr. Abdalfatah A.K. Alsattari Kepala BIN Z Huda, ribuan kader dari 38 Pengurus Wilayah (PW) di seluruh Indonesia, termasuk delegasi dari PW Muslimat Al Washliyah Provinsi Bengkulu Ketua PW Muslimat Al Washliyah Bengkulu.

Ketua PW Muslimat Al Washliyah, H. Epita Darnela, S.P., yang didampingi oleh Bendahara PW Muslimat Al Washliyah Bengkulu, Ita Yunita, A.Ma, SH, memberikan tanggapan positif dan strategis terkait pelaksanaan acara Muktamar Al Washliya.

Epita medukungan Penuh terhadap hasil keputusan Muktamar dan mendukung penuh seluruh struktur kepengurusan yang terpilih dan program kerja yang dirumuskan untuk kemajuan umat di tingkat nasional maupun daerah. Sinergi Program,  menyiapkan program kerja PW Muslimat Al Washliyah Bengkulu agar selaras dengan visi besar hasil Muktamar, terutama di bidang dakwah, pendidikan, dan pemberdayaan perempuan, ujar Epita.

Acara akbar nasional ini dibuka langsung oleh Ketua MPR RI, H. Ahmad Muzani, Dalam amanahnya Ketua MPR menyampaikan, Indonesia sangat beruntung memiliki organisasi keagamaan seperti Alwashliyah karena  mempunyai kader di daerah-daerah, di kampung-kampung  kecil dan terpencil yang dakwahnya  menjadi inspirasi dan membangun semangat optimisme bagi masyarakat yang ekonominya masih di bawah.

”Coba bayangkan, kalau tidak ada organisasi keagamaan seperti Al Washliyah ini, betapa beratnya beban negara untuk mencerdaskan  anak-anak bangsa,” ujarnya.

Muzani juga mengapresiasi perjuangan guru-guru Alwashliyah di pelosok. Meski gajinya kecil  dan tidak sebanding dengan biaya hidup,  namun semangat mengajarnya sangat tinggi.

Sementara Ketua Umum PB Al Washliyah DR. KH. Masyhuril Kamis,  mengatakan dakwah utama yang yang diperjuangkan oleh Alwashliyah  selain pendidikan adalah untuk membentengi umat dari bahaya kerusakan moral. Terutama sekali soal LGBT yang semakin meluas.

“Ini menjadi fokus gerakan dakwah Alwashliyah mengingat penyebarannya sudah sangat masif,” ujarnya.

Selain itu fokus lain perjuangan dakwah Alwasliyah adalah memperkuat kesejahteraan rakyat menuju Indonesia maju. Kaya secara materi, kuat imannya dan mulia akhlaknya.

KH Masyhuril Khamis juga mengapresiasi semangat bermuktamar seluruh kadernya yang datang dari jauh dengan biaya sendiri dan kondisi seadanya. Ada yang naik kapal laut, naik bus bahkan ada yang naik sepeda dari gunung ke pelabuhan untuk seterusnya naik kapal dengan rute bersambung-sambung.

“Ini menunjukkan bahwa organisasi sangat dicintai kader dan menjadi sarana perjuangan untuk membangun bangsa,” tegasnya.

Muktamar diikuti lebih kurang 1000 peserta dari 38 Pengurus Wilayah se-Indonesia, 7 Organisasi Bagian,198 Pengurus Daerah, Sejumlah Pengurus Luar Negeri seperti dari Malaysia, Inggris/Eropa dan Amerika Serikat, para Rektor/Kepala Sekolah Tinggi Al Washliyah dan jajaran PB Al Washliyah lainnya.