Taman Bacaan Masyarakat (TBM) Libra Education Institute (LEI) Bengkulu melaksanakan kegiatan Penguatan Keliterasian Komunitas Literasi dalam Hal Melek Digital di gedung perpustakaan daerah Bengkulu. Kegiatan ini diadakan sebagai tindak lanjut dari inisiatif sebelumnya dan diikuti oleh 30 komunitas literasi yang ada di Bengkulu.
Masintan, Ketua Taman Bacaan Masyarakat LEI, menyatakan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran digital di kalangan peserta. “Dengan harapan semua peserta dan komunitas literasi di Bengkulu dapat lebih melek digital dan siap menghadapi era teknologi informasi yang semakin pesat,” ujarnya. Penekanan pada melek digital menjadi sangat penting mengingat cepatnya perkembangan teknologi yang memengaruhi berbagai aspek kehidupan masyarakat.
Kegiatan ini dibuka oleh, Dwi Laily Sukmawati, Kepala Kantor Balai Bahasa Provinsi Bengkulu. Dwi Laily menggarisbawahi pentingnya peran komunitas dalam meningkatkan kesadaran literasi digital di masyarakat. Ia menekankan bahwa kemajuan teknologi informasi memerlukan respons yang cepat dari semua pihak, terutama komunitas literasi yang menjadi ujung tombak dalam penyebaran informasi dan pengetahuan. “Pemerintah melalui Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa dan Sastra, Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi, memberikan dukungan dan bantuan dana kepada pelaku komunitas literasi di seluruh Indonesia, termasuk di Bengkulu,” tambahnya.
Dwi Laily juga menginformasikan bahwa tahun ini di Provinsi Bengkulu telah ada sepuluh komunitas yang menerima dana bantuan masing-masing sebesar Rp. 50.000.000 (lima puluh juta rupiah). Dukungan ini diharapkan dapat mendorong pertumbuhan dan pengembangan komunitas literasi di daerah tersebut.
Dalam rangkaian acara, TBM LEI mengundang narasumber yang kompeten dalam bidang literasi dan teknologi digital. Devi Suryani, Ketua TBM Mutiara Bintang Bengkulu, dan Agus Trianto, seorang dosen dari Universitas Bengkulu, memberikan wawasan dan strategi mengenai cara memperkuat literasi di kalangan masyarakat. Mereka membahas pentingnya pengembangan literasi tradisional seperti baca-tulis, serta literasi digital yang kini menjadi kebutuhan di era informasi yang serba cepat.
Kegiatan ini tidak hanya menjadi ajang untuk berbagi ilmu, tetapi juga memperkuat jaringan antar komunitas literasi di Bengkulu. Dengan harapan, melalui sinergi yang terbentuk, komunitas literasi dapat berperan aktif dalam meningkatkan kemampuan literasi masyarakat, terutama di bidang digital, sehingga dapat bersaing dan beradaptasi dengan perubahan zaman yang semakin kompleks.