Selasa, Mei 19, 2026
Google search engine
BerandaDAERAHKAURMati Lampu, Tradisi yang Tak Pernah Putus di Kabupaten Kaur

Mati Lampu, Tradisi yang Tak Pernah Putus di Kabupaten Kaur

Kaur Selatanupdate.com – Di Kabupaten Kaur, mati lampu bukan lagi kejutan ia sudah seperti tradisi turun-temurun yang tak pernah putus. Hampir setiap hari, masyarakat harus bersiap menghadapi padamnya listrik atau tegangan yang mendadak turun. Ironis, tapi begitulah kenyataannya di daerah paling ujung Provinsi Bengkulu yang berbatasan langsung dengan Provinsi Lampung ini.

Padahal, di wilayah ini sudah berdiri PLTMH (Pembangkit Listrik Tenaga Mikro Hidro) sebagai penyuplai tambahan. Setiap minggunya, tim teknisi Yantek PLN Kaur tampak sibuk memperbaiki jaringan tanam tumbuh. Namun hasilnya? Tetap sama. Mutu listrik di Kaur belum juga membaik. Tegangan sering drop, alat elektronik masyarakat rusak, dan kehidupan malam kembali ke masa gelap.

“Sudah bertahun-tahun kami begini. Setiap kali mati lampu, kami cuma bisa pasrah,” keluh warga di Kecamatan Kaur Selatan saat ditemui di warung kopi.

Ungkapan seperti itu bukan hal baru, tapi menjadi suara umum yang menggambarkan rasa lelah masyarakat terhadap pelayanan PLN.

Yang membuat miris, di sepanjang pantai Kabupaten Kaur membentang tambak-tambak udang besar yang menjadi pelanggan prioritas PLN dengan konsumsi listrik tinggi. Namun masyarakat kecil justru merasakan imbas sebaliknya, listrik padam tanpa pemberitahuan, voltase turun hingga lampu hanya berpendar redup.

Listrik seharusnya menjadi simbol kemajuan. Tapi di Kaur, justru menjadi sumber kekecewaan. Banyak pelaku usaha kecil yang merugi, dari penjahit hingga penjual es. Tak sedikit juga rumah tangga kehilangan barang elektronik akibat tegangan tak stabil.

PLN seolah tak belajar dari kesalahan lama. Tahun berganti, masalah tetap sama. Evaluasi hanya sebatas janji, sementara masyarakat dibiarkan bergulat dengan “tradisi” mati lampu yang makin memalukan.

Sudah saatnya PLN melakukan pembenahan serius, bukan sekadar tambal sulam jaringan. Masyarakat Kaur berhak atas layanan listrik yang layak dan stabil, sebagaimana daerah lain di Provinsi Bengkulu.

Jika dibiarkan, maka mati lampu akan terus menjadi bagian dari identitas Kaur  sebuah tradisi buruk yang seharusnya sudah lama berakhir.(HZ)

RELATED ARTICLES

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisment -
Google search engine

Most Popular

Recent Comments