Rejang Lebong – Polres Rejang Lebong bersama Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) menggelar Apel Gelar Pasukan dan Peralatan dalam rangka kesiapan menghadapi dampak fenomena El Nino berupa kekeringan ekstrem dan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) Tahun 2026. Kegiatan berlangsung di Lapangan Apel Satya Haprabu Polres Rejang Lebong, Jumat (31/7/2026).
Apel dipimpin langsung oleh Plt. Bupati Rejang Lebong Dr. Hendri, S.STP., M.Si., dengan Komandan Apel KBO Satreskrim Polres Rejang Lebong IPTU Hendricus Marwanto, S.H. Turut hadir Kapolres Rejang Lebong AKBP Syahrul Hariady, S.I.K., M.H., Ketua DPRD Kabupaten Rejang Lebong, unsur TNI, Kejaksaan, Pengadilan Negeri, Brimob, BPBD, Basarnas, Damkar, Dishub, Satpol PP, BKSDA, TNKS, serta para Pejabat Utama Polres Rejang Lebong.
Apel diikuti personel gabungan dari Kodim 0409/Rejang Lebong, Batalyon A Pelopor Brimob, Polres Rejang Lebong, BPBD, Basarnas, Dishub, Polisi Kehutanan, Satpol PP, dan Dinas Pemadam Kebakaran sebagai bentuk kesiapan lintas sektoral dalam menghadapi potensi bencana.
Dalam amanatnya, Plt. Bupati Rejang Lebong menyampaikan bahwa berdasarkan prakiraan BMKG, puncak fenomena El Nino diperkirakan terjadi pada akhir Juli hingga Agustus 2026 yang berpotensi memicu musim kemarau lebih panjang, kekeringan ekstrem, serta meningkatnya risiko kebakaran hutan dan lahan di sejumlah wilayah, termasuk Provinsi Bengkulu.
Menurutnya, apel gelar pasukan dan peralatan ini menjadi langkah penting untuk menyamakan persepsi, memperkuat koordinasi, serta memastikan kesiapan personel maupun sarana prasarana dalam menghadapi potensi bencana secara cepat, terpadu, dan efektif.
“Penanganan bencana tidak dapat dilakukan secara sendiri-sendiri. Dibutuhkan sinergi seluruh stakeholder agar upaya pencegahan, penanggulangan, hingga rehabilitasi dapat berjalan optimal demi melindungi masyarakat,” tegasnya.
Sementara itu, Kapolres Rejang Lebong AKBP Syahrul Hariady, S.I.K., M.H., menegaskan bahwa Polres Rejang Lebong siap mendukung langkah-langkah pemerintah daerah dalam mengantisipasi dampak El Nino melalui kesiapsiagaan personel, patroli daerah rawan Karhutla, serta peningkatan edukasi kepada masyarakat agar tidak melakukan pembakaran lahan.
Usai pelaksanaan apel, kegiatan dilanjutkan dengan pemeriksaan kendaraan operasional dan peralatan penanggulangan bencana yang dimiliki masing-masing instansi guna memastikan seluruh perlengkapan siap digunakan apabila sewaktu-waktu dibutuhkan.
Seluruh rangkaian kegiatan berlangsung dengan aman, tertib, dan kondusif sebagai wujud komitmen bersama dalam menghadapi potensi bencana alam di wilayah Kabupaten Rejang Lebong.





