Kaur Selatanupdate.com — Upaya menekan risiko stunting tidak selalu harus dimulai dari program besar. Dari meja-meja sederhana Posyandu di desa, perhatian terhadap tumbuh kembang anak justru dapat menjadi langkah awal yang menentukan masa depan generasi.
Hal itu dilakukan PKK Desa Suka Bandung, Kecamatan Kaur Selatan, Kabupaten Kaur, bersama tim Puskesmas melalui kegiatan Posyandu yang dirangkaikan dengan pemeriksaan ibu hamil serta pemberian makanan tambahan bergizi bagi balita.
Kegiatan tersebut tidak hanya berfokus pada penimbangan berat badan dan pengukuran tinggi badan anak. Para ibu juga mendapatkan penyuluhan mengenai pentingnya pemenuhan gizi sejak masa kehamilan hingga anak memasuki masa pertumbuhan.
Syarifa Agustina mengatakan, pemberian makanan tambahan (PMT) dalam kegiatan Posyandu sekaligus menjadi sarana edukasi bagi orang tua agar memahami jenis makanan yang baik dan dibutuhkan anak dalam menunjang tumbuh kembangnya.
Menurutnya, persoalan pemenuhan gizi anak tidak cukup hanya mengandalkan makanan tambahan yang diberikan saat kegiatan Posyandu. Peran orang tua di rumah jauh lebih menentukan karena kebutuhan gizi anak harus dipenuhi secara berkelanjutan.
“Tujuan PMT penyuluhan ini sebagai sasaran penyuluhan kepada ibu hamil dan orang tua balita tentang makanan yang baik diberikan untuk balita, sekaligus membantu mencukupi kebutuhan asupan gizi dalam menunjang tumbuh kembang anak,” ujar Syarifa.
Rangkaian kegiatan Posyandu diawali dengan penimbangan berat badan dan pengukuran tinggi badan balita. Selanjutnya dilakukan pemberian imunisasi dan vitamin sesuai kebutuhan, sebelum anak-anak yang hadir mendapatkan makanan tambahan yang telah disiapkan oleh kader Posyandu.
Bagi PKK Desa Suka Bandung, setiap tahapan tersebut memiliki arti penting. Sebab, pertumbuhan anak perlu dipantau secara rutin sehingga apabila ditemukan adanya indikasi gangguan pertumbuhan, dapat diketahui lebih awal dan segera mendapatkan perhatian.
Syarifa juga mengingatkan para orang tua agar makanan tambahan yang diberikan benar-benar dikonsumsi oleh anak dan tidak dialihkan kepada anggota keluarga lainnya.
“Orang tua kami harapkan betul-betul memberikan makanan ini kepada anak. Pertumbuhan anak harus diperhatikan sejak masih dalam kandungan sampai tumbuh dewasa,” pesannya.
Ia juga mengajak ibu hamil dan para orang tua yang memiliki balita untuk tidak menjadikan Posyandu sekadar kegiatan rutin bulanan. Posyandu, kata dia, merupakan ruang penting bagi orang tua untuk mengetahui perkembangan kondisi anak sekaligus memperoleh informasi mengenai pola asuh dan pemenuhan gizi.
“Kami berharap ibu hamil dan orang tua yang memiliki anak balita rajin datang ke Posyandu untuk memeriksa tumbuh kembang anak,” tuturnya.(HZ/ADV)




