Bengkulu Selatan – Polres Bengkulu Selatan bersama Pemerintah Kabupaten Bengkulu Selatan menggelar Apel Gelar Pasukan dan Perlengkapan dalam rangka kesiapsiagaan menghadapi dampak fenomena El Nino, kekeringan ekstrem, serta kebakaran hutan dan lahan (karhutla) tahun 2026, Jumat (31/7/2026).

Apel yang berlangsung di Pendopo Rumah Dinas Bupati Bengkulu Selatan, Jalan Affan Bachsin, Kecamatan Kota Manna, dipimpin langsung oleh Bupati Bengkulu Selatan, H. Rifai Tajuddin, S.Sos. Kegiatan ini dihadiri Kapolres Bengkulu Selatan AKBP Aron Sebastian, S.I.K., M.Si., Wakapolres Kompol Kusman Jaya, S.H., M.H., Kajari Bengkulu Selatan Candra Kirana, S.H., M.H., unsur Forkopimda, TNI, BPBD, Basarnas, Satpol PP, Dinas Kesehatan, Dinas Perhubungan, PLN, para camat, serta jajaran organisasi perangkat daerah.

Ratusan personel dari berbagai instansi mengikuti apel, di antaranya personel Polres Bengkulu Selatan, TNI Kodim 0408/Bengkulu Selatan, Kompi Senapan C Yonif 144/Jaya Yudha, Satpol PP dan Damkar, BPBD, Basarnas, Dinas Perhubungan, serta Dinas Kesehatan. Selain pasukan, dilakukan pula pengecekan kesiapan perlengkapan dan sarana pendukung penanggulangan bencana.

Dalam amanatnya, Bupati H. Rifai Tajuddin menyampaikan bahwa berdasarkan prakiraan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), puncak fenomena El Nino diperkirakan terjadi pada akhir Juli hingga Agustus 2026. Kondisi tersebut berpotensi menyebabkan musim kemarau lebih panjang dengan curah hujan di bawah normal, sehingga meningkatkan risiko kekeringan ekstrem dan kebakaran hutan maupun lahan di Kabupaten Bengkulu Selatan.

“Apel gelar personel dan peralatan ini bertujuan menyamakan persepsi dalam penanganan bencana karhutla secara kolaboratif, terintegrasi, responsif, dan berkelanjutan, sehingga dampak yang ditimbulkan dapat diminimalkan,” ujar Bupati.

Ia menegaskan, melalui kesiapan personel, peralatan, tim tanggap bencana, serta penguatan edukasi kepada masyarakat, seluruh unsur diharapkan mampu melakukan respons cepat dalam upaya mitigasi bencana.

Bupati juga mengingatkan bahwa dampak karhutla dan kekeringan ekstrem tidak hanya merusak lingkungan, tetapi juga memengaruhi kesehatan masyarakat, aktivitas ekonomi, pendidikan, transportasi, hingga stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat. Oleh sebab itu, penanganannya harus dilakukan secara cepat, terpadu, dan terkoordinasi.

Mengakhiri amanatnya, Bupati menyampaikan apresiasi kepada seluruh stakeholder yang telah berpartisipasi dalam apel kesiapsiagaan tersebut. Ia berharap sinergi lintas sektor yang telah terbangun dapat menghasilkan penanganan bencana yang lebih tanggap, efektif, dan efisien demi melindungi masyarakat Kabupaten Bengkulu Selatan dari ancaman dampak El Nino dan karhutla.