Kaur Selatanupdate.com — Menyikapi laporan warga yang beredar di media sosial terkait dugaan pungutan liar (pungli) dalam penyaluran bantuan beras dan minyak goreng di Desa Tebing Rambutan, Kepala Desa Hartono menegaskan bahwa informasi tersebut tidak benar. Ia memastikan tidak ada pemotongan ataupun pungutan sebesar Rp5.000 seperti yang diberitakan sebelumnya.

Saat ditemui di Kantor Desa, Hartono menjelaskan bahwa pihaknya telah melakukan pengecekan internal kepada seluruh perangkat desa. “Sudah saya klarifikasi langsung. Tidak ada perangkat yang mengambil uang dari warga. Ini hanya kesalahpahaman saja,” tegasnya.

Hartono juga meminta seluruh pihak, terutama masyarakat dan media, untuk dapat melakukan klarifikasi terlebih dahulu agar informasi yang disampaikan tidak menimbulkan kegaduhan.

“Kami berharap informasi apa pun yang menyangkut bantuan pemerintah dapat ditanyakan terlebih dahulu ke pemerintah desa. Banyak kabar yang belum tentu benar, bahkan kadang bernuansa fitnah. Kami sebagai pelayan masyarakat tentu tidak luput dari kesalahan, namun kritik maupun masukan adalah bagian penting untuk memperbaiki kinerja kami,” ujarnya.

Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa pemerintah desa sangat terbuka terhadap saran dan kritik demi peningkatan pelayanan publik. “Kritik membangun akan kami terima. Semua untuk meningkatkan kualitas kerja pemerintahan desa agar semakin berdaya saing dan profesional,” tambahnya.

Dengan klarifikasi ini, pemerintah desa berharap isu terkait dugaan pungli dapat diluruskan sehingga tidak menghambat proses pelayanan masyarakat maupun keberlanjutan program bantuan pemerintah di Desa Tebing Rambutan.(HZ)