KEPAHIANG – Menjelang pelaksanaan Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) Serentak Tahun 2026, Polres Kepahiang terus mematangkan kesiapan personel guna memastikan seluruh tahapan pesta demokrasi tingkat desa berjalan aman, tertib, dan kondusif.

Salah satu langkah yang dilakukan yakni menggelar Tactical Wall Game (TWG) sebagai bentuk pemantapan strategi dan teknis pengamanan. Kegiatan berlangsung di Aula Vidcon Polres Kepahiang, Kamis (5/11/2026) pukul 08.20 WIB, dipimpin langsung Kapolres Kepahiang AKBP Yuriko Fernanda, S.H., S.I.K., M.H.

Kegiatan tersebut diikuti Wakapolres, para Pejabat Utama (PJU), Kasatgas, para Perwira Pengendali (Padal) wilayah dan TPS, personel Komando Pengendalian (Kodal), serta perwakilan personel pengamanan TPS. Turut hadir Danton 1 Kompi 2 Batalyon A Ipda Suwiryo dan Kanit Pam Obvit Polres Bengkulu Tengah Ipda Karsi.

Dalam arahannya, Kapolres Kepahiang menegaskan bahwa TWG menjadi bagian penting dalam memastikan seluruh personel memahami tugas, tanggung jawab, serta pola bertindak di lapangan sesuai prosedur pengamanan yang telah ditetapkan.

Kapolres juga menekankan bahwa pengamanan tidak hanya berfokus pada hari pemungutan suara, tetapi mencakup seluruh rangkaian tahapan Pilkades, mulai dari pergeseran dan pendistribusian surat suara dari gudang Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD), pengamanan logistik, pemungutan suara, penghitungan suara, hingga pengembalian logistik hasil Pilkades.

Menurutnya, setiap tahapan memiliki potensi kerawanan yang harus diantisipasi sejak dini. Untuk itu, seluruh personel diminta meningkatkan kewaspadaan, mengedepankan profesionalitas, serta mampu mengambil tindakan secara tepat dan terukur apabila menghadapi situasi yang berpotensi mengganggu keamanan.

Kapolres turut mengingatkan pentingnya upaya cooling system yang selama ini telah dilakukan melalui komunikasi dan pendekatan kepada para calon kepala desa, panitia Pilkades, tokoh masyarakat, tokoh agama, serta seluruh elemen masyarakat. Langkah tersebut diharapkan mampu menjaga suasana tetap sejuk dan mencegah munculnya konflik akibat perbedaan pilihan.

Dalam pemaparan Kabag Ops Polres Kepahiang, Pilkades Serentak Tahun 2026 akan dilaksanakan di 37 desa yang tersebar pada delapan kecamatan, dengan total 50 Tempat Pemungutan Suara (TPS) dan Daftar Pemilih Tetap (DPT) sebanyak 29.447 pemilih.

Berdasarkan klasifikasi tingkat kerawanan, sebanyak 16 desa masuk kategori aman, 19 desa kategori kurang rawan, dan dua desa kategori rawan.

Untuk mendukung pengamanan tersebut, Polres Kepahiang menyiapkan 234 personel yang terdiri dari unsur Komando Pengendalian, satuan tugas, personel pengamanan TPS, serta para perwira pengendali di tingkat wilayah dan kecamatan.

Selain kekuatan internal, pengamanan pada hari pemungutan suara dan H+1 juga mendapat dukungan personel Bawah Kendali Operasi (BKO) dari Polres Bengkulu Tengah sebanyak 31 personel dan Brimob Polda Bengkulu sebanyak 31 personel.

Dalam kegiatan tersebut turut dipetakan sejumlah potensi kerawanan, mulai dari permasalahan administrasi calon dan daftar pemilih, intimidasi terhadap panitia maupun pemilih, gesekan antarpendukung, gangguan distribusi logistik, hingga potensi penolakan hasil penghitungan suara dan konflik pascapenetapan kepala desa terpilih.

Melalui pemetaan tersebut, setiap personel diharapkan memiliki gambaran yang jelas mengenai potensi gangguan di wilayah tugas masing-masing sehingga langkah antisipasi dapat dilakukan secara cepat dan tepat.

Tidak hanya sebatas pemaparan materi, kegiatan TWG juga diisi dengan simulasi serta penjelasan teknis mengenai pola dan mekanisme pengamanan Pilkades. Hal ini dilakukan agar seluruh personel memiliki kesamaan persepsi dan kesiapan dalam menghadapi berbagai kemungkinan situasi di lapangan.

Adapun tahapan penghitungan suara dijadwalkan berlangsung pada 9–10 November 2026, dilanjutkan penetapan kepala desa terpilih dan laporan panitia pada 11–12 November 2026. Sementara pelantikan dan pengesahan kepala desa terpilih dijadwalkan pada 16 November 2026.

Dengan digelarnya Tactical Wall Game ini, Polres Kepahiang menegaskan kesiapannya dalam mengawal seluruh tahapan Pilkades Serentak 2026. Diharapkan pesta demokrasi di tingkat desa dapat berlangsung aman, lancar, serta tetap menjaga persatuan dan kerukunan masyarakat.