BENGKULU – Sebelum dikenal sebagai orang nomor satu di jajaran Polda Bengkulu, Irjen Pol. Yudhi Sulistianto Wahid, S.I.K., memiliki perjalanan panjang yang tidak lepas dari dunia olahraga, khususnya Judo.
Lahir pada 22 Agustus 1972, Yudhi merupakan alumni Akademi Kepolisian (Akpol) 1996. Namun, jauh sebelum mengenakan seragam Bhayangkara, ia telah lebih dahulu mengukir prestasi sebagai atlet Judo Indonesia.
Nama Yudhi tercatat dalam sejarah olahraga Indonesia sebagai salah satu atlet yang tampil di panggung olahraga terbesar dunia, Olimpiade Barcelona 1992.
Saat itu, Yudhi memperkuat kontingen Indonesia pada cabang olahraga Judo putra kelas ringan atau Lightweight. Catatan International Judo Federation (IJF) mencantumkan nama Sulistianto Wahid Yudhi – Indonesia sebagai peserta Olympic Games Barcelona 1992. Namanya juga tercatat dalam World Championships di Chiba, Jepang, pada 1995.
Data Olympedia turut mencatat keikutsertaan Yudhi sebagai wakil Indonesia pada nomor Men’s Lightweight di Olimpiade Barcelona 1992.
Perjalanan sebagai atlet nasional tidak berhenti di Olimpiade. Yudhi juga tercatat memperkuat Indonesia dalam empat edisi SEA Games, yakni Filipina 1991, Singapura 1993, Chiang Mai Thailand 1995, dan Jakarta 1997.
Sejumlah sumber biografi olahraga menyebut Yudhi meraih medali emas dalam empat edisi SEA Games tersebut. Namun, catatan terkait warna medali tersebut perlu dirujuk pada arsip hasil pertandingan masing-masing untuk memastikan dokumentasi secara lebih rinci.
Setelah memasuki dunia kepolisian, karier Yudhi terus berkembang. Ia menjalani berbagai penugasan di lingkungan Polri, mulai dari menjadi Kapolres Majalengka, Kapolres Subang, Wadirresnarkoba Polda Banten, Kayanma Polri hingga dipercaya menduduki posisi Karorenmin Bareskrim Polri.
Menariknya, meski telah lama meninggalkan kompetisi sebagai atlet nasional, Yudhi ternyata tidak benar-benar meninggalkan tatami.
Pada World Police & Fire Games (WPFG) 2025 di Birmingham, Alabama, Amerika Serikat, Yudhi kembali turun bertanding dalam cabang Judo. Saat itu, ia yang berpangkat Brigjen Pol dan menjabat Karorenmin Bareskrim Polri berhasil meraih medali emas nomor Men’s 73 kg Masters.
Prestasi tersebut menjadi bagian unik dari perjalanan seorang mantan atlet nasional yang kembali tampil di arena internasional dalam kategori Masters.
Perjalanan dari dunia olahraga kemudian berlanjut ke puncak karier kepolisian di daerah.
Pada 2026, Yudhi dipercaya menjadi Kapolda Bengkulu. Pangkatnya kemudian meningkat dari Brigadir Jenderal Polisi menjadi Inspektur Jenderal Polisi.
Kini, perjalanan Yudhi membentuk sebuah rangkaian panjang: dari seorang judoka muda, memperkuat Indonesia di SEA Games, tampil di Olimpiade Barcelona, melanjutkan pengabdian sebagai anggota Polri, kembali meraih emas di ajang World Police & Fire Games, hingga dipercaya memimpin Polda Bengkulu.
Bagi dunia Judo, kisah tersebut menjadi pengingat bahwa perjalanan seorang atlet tidak selalu berhenti ketika meninggalkan arena pertandingan.
Nilai-nilai yang dibangun di atas tatami—disiplin, keberanian, ketekunan dan semangat untuk terus berlatih—dapat menjadi bekal dalam perjalanan kehidupan berikutnya.
Dari tatami Judo Indonesia, Yudhi melangkah ke Olimpiade Barcelona 1992. Dari arena olahraga, ia kemudian menapaki panjangnya karier kepolisian hingga akhirnya dipercaya menjadi Kapolda Bengkulu.
Sebuah perjalanan dari olahraga menuju pengabdian.





