BATANG – Polsek Wonotunggal, Polresta Batang, Jawa Tengah, melakukan pemantauan tanaman jagung yang mendekati masa panen di Dukuh Dk Tegalsari Desa Wonotunggal, sekaligus menjajaki peluang penyerapan hasil pertanian oleh Perum Bulog.
Kegiatan tersebut dipimpin Kapolsek Wonotunggal AKP Zaenal Mutakim bersama Ps. Kanit Binmas Aiptu Sugijanto, serta Bhabinkamtibmas Aipda Mei Fitriyanti dan Briptu Bayu Prasojo, Kamis (5/11/2026).
Pemantauan yang dimulai sekitar pukul 13.00 WIB itu merupakan bagian dari dukungan kepolisian terhadap program ketahanan pangan dan swasembada pangan nasional.
Dalam kegiatan tersebut, petugas tidak hanya mengecek kondisi tanaman jagung, tetapi juga berkomunikasi dengan masyarakat dan pedagang untuk mengetahui perkembangan pertanian serta potensi pemasaran hasil panen.
Komunikasi itu dilakukan untuk mengetahui kesiapan hasil panen dan peluang agar jagung yang diproduksi petani dapat disalurkan melalui mekanisme penyerapan Bulog.
Selain membahas sektor pertanian, petugas juga melaksanakan sambang keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas). Mereka menyampaikan pesan-pesan kamtibmas sekaligus menyerap informasi mengenai kondisi dan aktivitas masyarakat di wilayah setempat.
Kapolresta Batang Kombes Pol Warsono mengatakan, keterlibatan kepolisian dalam pemantauan sektor pertanian merupakan salah satu bentuk dukungan terhadap upaya pemerintah memperkuat ketahanan pangan nasional.
Menurut dia, kehadiran anggota kepolisian di tengah masyarakat diharapkan dapat memperkuat komunikasi dengan petani dan pelaku usaha pertanian. Dengan komunikasi tersebut, berbagai kendala yang dihadapi masyarakat, termasuk persoalan pemasaran hasil panen, dapat diketahui.
“Melalui kegiatan sambang keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) serta pemantauan tanaman jagung yang mendekati masa panen,” ujar Warsono.
Ia menjelaskan, upaya memperlancar pemasaran hasil pertanian membutuhkan kerja sama berbagai pihak. Petani, kelompok tani, pedagang, dan instansi terkait perlu berkoordinasi agar hasil panen dapat tersalurkan melalui jalur pemasaran yang tersedia.
“Penyaluran hasil pertanian membutuhkan koordinasi antara petani, kelompok tani, pedagang, dan pihak terkait. Kerja sama tersebut diperlukan agar proses pemasaran berjalan sesuai ketentuan serta mekanisme penerimaan yang berlaku,” katanya.
Warsono menambahkan, pemantauan kondisi pertanian menjadi salah satu cara untuk mengetahui potensi produksi jagung di wilayah Kabupaten Batang. Informasi tersebut diharapkan dapat menjadi bahan koordinasi dalam mendorong penyerapan hasil panen.
Salah satu peluang pemasaran yang dapat dipertimbangkan petani adalah penyaluran jagung melalui Bulog. Namun, penyerapan tersebut tetap harus mengikuti ketentuan yang berlaku, termasuk persyaratan kualitas, harga, dan mekanisme penerimaan.
Karena itu, komunikasi antara petani dan pihak-pihak yang terlibat dalam rantai pemasaran dinilai penting. Petani perlu mengetahui persyaratan yang harus dipenuhi agar hasil panen dapat diterima sesuai ketentuan.
Melalui kegiatan tersebut, Polsek Wonotunggal juga berupaya membangun kedekatan dengan masyarakat. Pendampingan dan komunikasi di lapangan diharapkan tidak hanya mendukung kelancaran aktivitas pertanian, tetapi juga menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat.
Polresta Batang mendorong jajaran kepolisian di tingkat kecamatan untuk terus menjalin koordinasi dengan masyarakat, termasuk kelompok tani dan pelaku usaha pertanian.
Sinergi antara kepolisian, petani, pedagang, kelompok tani, dan instansi terkait diharapkan dapat membantu memperlancar distribusi hasil pertanian serta memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat.
Upaya tersebut menjadi bagian dari dukungan Polresta Batang terhadap program ketahanan pangan nasional, khususnya melalui pemantauan pertanian dan komunikasi langsung dengan masyarakat di wilayah Kabupaten Batang.





